Foto dok. Tiad Hilm

Konflik percintaan kerap dianggap sebagai roman picisan, apalagi ketika diangkat sebagai tema dalam sebuah karya musik. Namun, kita juga tidak pernah tahu bagaimana sesungguhnya pengalaman dan perasaan yang ingin diutarakan sang pembuat karya terkait tema tersebut. Barangkali bisa lebih menarik. Seperti yang terjadi dalam single, “FML”.

Di tangan musisi hip hop, Tiad Hilm, yang juga co-founder kolektif musik HILLS. Roman picisan seputar kisah asmaranya diubah menjadi rima berbalut beat yang catchy. Dirilis tanggal 2 Maret 2019 kemarin, “FML” didapuk sebagai nomor pembuka Tiad Hilm untuk EP terbarunya bertajuk Heartbreak Radio.

baca juga: Lonesome: Catatan Perjalanan 20 Tahun Hidup Seorang Tiad Hilm

Dari berbagai pengaruh musik yang selama ini diterima mulai dari Kanye West, Bam Mastro, Run The Jewels, Childish Gambino, hingga Frank Ocean, Tiad Hilm berniat memberi pendekatan pribadi melalui lirik, nada-nada kontemporer yang luas, dan detail-detail personal kepada para pendengarnya.

Tiad Hilm – “FML”

Lagu “FML” sendiri sangat personal. Menceritakan bagaimana seorang Tiad Hilm coba berdamai dengan masa lalu yang cukup pedih. Alih-alih membenci, ia selalu mendoakan mantan pasangannya agar selalu bahagia. Tanpa bermaksud mempermalukan, Tiad Hilm mencoba jujur dan membuat persembahan terakhir kepada sang mantan dengan single ini. “FML” juga diciptakan sebagai pengingat bahwa terkadang hidup harus legowo agar dapat menghadapi hari esok. So deep!

Proses produksi untuk single “FML” dimulai dari minggu pertama bulan Januari 2019 dibantu Luthfi Adianto (Cosmicburp/Foolish Commander) selaku produser. Tiad Hilm membuat konsep dan melakukan proses rekaman di Lofos Studio, Semarang, selama kurang lebih satu minggu untuk menyelesaikan lagu ini.

“Saat membuat single FML dan sekaligus menyelesaikan Heartbreak Radio EP, saya sedang mendengarkan ulang 808s & Heartbreak, album dari Kanye West. Sedikit banyak, arah musik dari rilisan saya selanjutnya sangat terinspirasi dari album tersebut,” ujar Tiad Hilm.

Sementara itu, gambar sampul untuk single ini dikerjakan oleh ilustrator, Kukuh Mujiono dan Tiad Hilm sendiri sebagai desainer grafis. Dengarkan “FML” di berbagai layanan musik digital. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here