V/A - Bersama Bersuara Vol.1 (2019)

Isu terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan masih bergulir sampai sekarang. Berbagai respon terlontar sejak isu ini mencuat awal tahun 2019 lalu. Baik musisi, praktisi pendidikan, pakar hukum, hingga budayawan sangat keberatan dengan adanya RUU Permusikan sebab dinilai memuat pasal bermasalah (yang dibuat berdasarkan Naskah Akademik yang cacat) serta merugikan musisi terutama yang berbasis independen.

Dalam rangka Hari Musik Nasional, ratusan musisi dari berbagai penjuru Indonesia di bawah subdivisi kerja Koalisi Nasional Tolak (KNTL) RUU Permusikan, bersama-sama melakukan ‘unjuk rasa’ dengan mengorganisir pelaku komunitas musik lokal di semerata Indonesia. Gerakan “Bersama Bersuara” ini kemudian menghasilkan album kompilasi bertajuk, Bersama Bersuara Vol.1.

baca juga: Lebih dari 200 Musisi Indonesia Tolak RUU Permusikan

Album ini dibuka dengan nomor milik duo elektronik asal Bandung, Bottlesmoker, berjudul “Suara Kami”. Lagu yang dibuat dalam waktu singkat ini melibatkan masyarakat umum secara partisipatif untuk merekam pendapat mereka tentang RUU Permusikan. Disambung selanjutnya nomor menggelegar milik band rock Komunal, “Gemuruh Musik Pertiwi”, yang semakin mempertegas sikap di dalam kompilasi Bersama Bersuara Vol.1.

“Disini uang dan politik tak ada artinya”

Album kompilasi ini juga dirilis sebagai respon para musisi yang terlibat secara sukarela untuk melantangkan tujuan mengawal dibatalkannya RUU Permusikan. Bersama Bersuara Vol.1 rilis dalam format digital bebas unduh di kanal Bandcamp hari Kamis, 13 Maret 2019 kemarin. Sebanyak 100 karya musisi dari ujung Barat hingga Timur Indonesia dirangkum kedalam kompilasi seri pertama.

Dari rilis yang diterima, gerakan ini secara organik diorganisir dengan melibatkan pelaku komunitas musik lokal di semerata Indonesia sebagai simpul jejaring yang mensosialisasikan dan mengajak rekan-rekan pemusik di kotanya untuk terlibat secara aktif dan partisipatoris.

Mereka di antaranya berasal dari Makassar, Padang, Salatiga, Sungguminasa, Manado, Aceh, Pekanbaru, Medan, Yogyakarta, Palopo, Pekalongan, Palangka Raya, Bandung, Bogor, Pontianak, Ambarawa, Jambi, Medan, Semarang, Jakarta, Garut, Solo, Sintang, Pematang Siantar, Batang, Malang, Kendal, Kudus, Pangkalan Brandan, Binjai, Bandar Lampung, Banjarmasin, Tanjung Pinang, Palembang, Sanggau, Boyolali, Singkawang, Sukabumi, Bali, dan Olympia (Amerika Serikat).

Album kompilasi “Bersama Bersuara” rencananya terus berlanjut hingga seri berikutnya dengan lebih dari 100 partisipan berbasis grup, solo atau duo dari beragam genre musik. Tiap volume akan dirilis mengikuti rentak irama pengawalan proses pembatalan RUU Permusikan sampai dicabut dari Prolegnas di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Gerakan ini diharap menjadi awalan medium pemersatu suara dan menjadikan musik sebagai senjata. “Bersama Bersuara” juga menyatukan nama-nama besar yang cukup dikenal di kancah musik tanah air seperti Superman Is Dead, Mocca, Burgerkill, Toto Tewel, Scaller, dan berbagai musisi dari komunitas lokal beragam kota di Indonesia untuk satu tujuan bersama: “Mendorong gelombang kesadaran dalam menolak RUU Permusikan yang perjalanannya masih panjang untuk bisa dibatalkan.”

baca juga: Koalisi Nasional Tolak (KNTL) RUU Permusikan Semarang: “Batalkan RUU Permusikan!”

“Bersama Bersuara” dianggap penting dalam mewakili kekuatan pendesak sebab belum pernah ada sebelumnya momen dimana seluruh musisi tanah air disatukan dalam satu medium yang masif dengan tujuan yang sama. Permasalahan akan RUU Permusikan juga masalah bagi komunitas musik lokal dari ujung Barat hingga Timur nusantara.

Musik mungkin bukan agen perubahan, tapi kesadaran untuk menolak dan mendesak pembatalan RUU Permusikan yang terpantik dengan hadirnya album kompilasi ini bisa menjadi kekuatan yang nyata, kekuatan jejaring komunitas musik sepenjuru nusantara. A luta continua! (Af)

*Album kompilasi “Bersama Bersuara Vol.1” didedikasikan untuk rekan kami Alm. Vitra Prawira, simpul jaringan di Palangka Raya yang berpulang mendahului kita sebelum sempat melihat hasil kerjanya di album kompilasi ini mewujud nyata. Semangatmu akan dikenang, dan semoga kau beristirahat dengan tenang kawan. Jalan masih panjang akan kami teruskan perjuangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here