Foto dok. Suri

Dedengkot musik rock asal Jakarta, Suri, melenggang lewat single yang baru saja mereka rilis, “VGNSRS” (1/1). Setelah beberapa tahun ‘berpuasa’ rilisan, trio gendats keparats ini akhirnya kembali memanaskan dapur rekaman.

Single terbaru kali ini merupakan bagian dari Waham, sebuah titel dari proyek trilogi album mini (mereka lebih suka menyebut Three-EP alias Trippy) yang akan dilepas akhir Februari 2019. Dirilis di bawah bendera Blackandje Records, Suri ingin menciptakan topik yang lebih kompleks dari rilisan-rilisan sebelumnya.

baca juga: Suri, Klandestin, Libas Aspal Jawa-Bali dalam Tur “Road On Fire 2018”

Trippy, seperti diceritakan Rito (Gitar/Vokal), berisi khayalan-khayalan paruh baya tentang kehidupan seksual. “Tapi bukan cabul,” sergah Rito langsung. Melainkan proses kelahiran hidup itu sendiri yang lebih dalam dan kompleks dan bertutur dengan tingkat imajinasi fiksi ilmiah yang absurd–non erotika minus ereksi.

“Kami membentuk sebuah labirin kehidupan di atas kehidupan. Coba menafsir lewat pikiran kami tentang peristiwa apa yang sebenarnya terjadi pada saat sperma bertemu dengan ovum,” lanjut Rito.

Suri – “VGNSRS”

Trippy memakan waktu empat tahun pengerjaan serius. Terdapat 9 lagu yang dipecah dalam 3 bagian EP yakni Delusional, Confabulation, dan Paraphrenia. Konsep ini sengaja dirancang menyesuaikan preferensi masing-masing personil Suri, demi mengakhiri seteru gontok-gontokan perihal ego kreatif yang selalu terjadi.

Gandung (Bass) mengatakan, Trippy jadi bentuk kompromi mereka kepada band ini. Semua dapat bagian yang adil karena masing-masing mampu merepresentasi dirinya sendiri-sendiri. Akhirnya, dengan cara ini pula Suri mampu melebarkan jangkauan musik mereka.

Trippy mengandung banyak larutan keras, sludgey-bluesy nan berdebu bak padang gersang dipenuhi kaktus, digilas kaki pedal raksasa drummer, D-Rexx. Riff-riff kotor meliuk, atmosfer piano nan syahdu, berenang dan pelan merambat bak batang penis. Setidaknya sensasi itu yang coba ditawarkan Suri lewat Trippy.

Tidak ketinggalan, ilustrator Riza Prawiro yang mendukung dari sisi artistik, mengerjakan sampul sekaligus menerjemahkan imaji waham Trippy ke dalam sebuah cerita monolog bergambar.

Petualangan surealis penuh libido dari Trippy dapat dimulai dengan menyimak single berikut. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here