Foto dok. Narcholocos

Yogyakarta dikenal sebagai skena musik yang selalu ramai dengan band yang datang dan pergi. Mitos sebagai kota laboratorium musik, dimana banyak pelajar dari segala penjuru bermukim disini lalu membuat band, kemudian bubar setelah mereka lulus adalah kenyataan yang harus ditelan.

Salah satu band baru yang muncul adalah Narcholocos. Band ini digawangi oleh Indra Menus (To Die/Jogja Noise Bombing/LKTDOV), Yudha Brit (Temaram), Reza (Martyl), Adam (Marsmolys) dan Adit (Racau Kemarau).

Bermain musik hardcore punk yang cepat dan kasar membuat band ini sedikit berbeda dengan band hardcore lain di Kota Pelajar yang dominan dengan sound New York ataupun Beat Down. Dipengaruhi oleh band hardcore punk Amerika Latin era 90-an semacam Los Crudos dan Huasipungo, Narcholocos membawa semangat yang enerjik baik dalam penulisan lagu maupun aksi panggungnya.

Narcholocos – La Manifestacion

Tak hanya dari segi musik, band ini juga memakai judul dan lirik berbahasa Spanyol. Sangat menarik, unik, bak mendengarkan band dari Amerika Latin. Lirik sosial mereka babat habis dalam balutan bahasa Spanyol yang simple dan to the point.

Dilarangnya penjualan alkohol oleh pemerintah yang kemudian membuat para pemuda di Yogyakarta membuat sendiri fermentasi berbahan dasar buah-buahan, merupakan hal yang dilirik oleh Narcholocos untuk dijadikan syair. Tak luput juga, cerita mengenai jaringan skena hardcore punk dewasa ini.

Tak butuh waktu lama, dalam waktu 2 minggu setelah terbentuknya band, mereka segera merampungkan lagu yang kemudian langsung direkam di Melody Studio. Teknik rekaman live sengaja dipilih untuk bisa menangkap energi yang tercurah secara spontan oleh band ini.

Pada tanggal 17 Februari 2019, mereka resmi merilis EP berisi 4 lagu bertajuk La Manifestación. Kedepannya, Narcholocos sedang bersiap untuk merilis album penuh yang akan dirilis dalam format kaset oleh Rizkan Records. (Df)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here