Spazz di Golden Gate, San Fransisco, AS. Foto: dok

Band veteran powerviolence asal Amerika Serikat (AS), Spazz, dikabarkan merencanakan reuni dengan menggelar tur. Meski belum dinyatakan secara resmi oleh band terkait, kabar tersebut tersiar sejak frontman Chris Dodge mengunggah foto di akun personalnya di Instagram yang berpose dengan Max Ward, Minggu (6/1/2019) malam.

Dalam beberapa komentar dari unggahan tersebut, para fan merespon dengan gembira dan skeptis dengan keterangan Chris dalam unggahannya yang berbunyi “…discuss which 17 year old we’re recruiting on guitar for the reunion tour…” Pernyataan tersebut juga dianggap sebagai lelucon belaka oleh penggemarnya dan menganggap reuni hanya akan merusak “warisan” masa lalu mereka sebagai legenda. Dalam sebuah kabar, para personel Spazz juga sempat kesal ketika kerap mendapatkan pertanyaan “Kapan Spazz reuni?”.

Spazz berdiri tahun 1992 yang terdiri dari Chris Dodge (Vokal/Bass), Dan ‘Lactose’ Bolleri (Gitar) dan Max Ward (Drum) yang saat itu berdomisili di San Fransisco Bay Area, California. Telah menghasilkan berbagai rilisan klasik yang menjadi fondasi dari arus West Coast Powerviolence, yang kemudian menjadi salah satu pengaruh besar dalam genre musik powerviolence di seluruh dunia.

Mereka memutuskan bubar ketika Chris hijrah ke Los Angeles pada April 2001 setelah mereka melakukan show terakhirnya pada Desember 2000. Saat ini ia bermain musik dengan band hardcore/punk terbarunya Trappist yang dibentuk tahun 2014 bersama Phil Vera (Crom/Despise You/ex. -(16)-) dan Ryan Harkins yang beberapa waktu lalu merilis debut albumnya Ancient Brewing Tactics via Relapse Records. Chris sebelumnya juga bermain dengan No Use For A Name, Despise You, Capitalist Casualties, Infest, dan masih menjalankan sendiri record labelnya, Slap A Ham.

Spazz saat tampil di 924 Gilman Street, Berkeley, AS.

baca juga: Melacak Gelanggang Thrashcore yang Hilang

Adapun Max sebelumnya bermain di berbagai band seperti What Happen Next?, Scholastic Deth, Plutocracy, dan pendiri label 625 Thrashcore. Bubarnya Spazz juga diikuti dengan Max pindah ke Jepang sekitar tahun 2000, yang membuatnya semakin serius sebagai akademisi. Hingga kini Ia tercatat sebagai profesor pada departemen sejarah di Middlebury College, Vermont. Setelah lulus sarjana di University of California, Berkeley, ia melanjutkan karier akademiknya hingga mendapatkan gelar Phd dari New York University tahun 2011. Bukunya yang terbaru berjudul “Thought Crime: Ideology and State Power in Interwar Japan” telah dipublikasikan tahun ini oleh Duke University Press.

Sementara itu Dan (Gitar) kini adalah seorang produser musik hiphop dan masih berkeliaran di show-show lokal di Bay Area dengan nama DJ Eons One yang kerap memutar funk, jazz, dan soul klasik. (Gr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here