Kritik Klub Motor “Pengusik” dari Woodplane

0
43
Foto dok. Woodplane

Setelah merilis album Urban Drama (Pecel Lele Records, 2018) tahun lalu. Band asal Lamongan, Woodplane, belum lama ini merilis video musik dari salah satu materi di dalam album tersebut (21/1). Berjudul “Pengusik”, video musik ini berbeda dari video musik dari single sebelumnya, “Ambang Toleransi”, yang hanya diisi klip selama proses rekaman.

“Pengusik” bercerita tentang klub-klub motor–di tempat asal Woodplane–yang kerap mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain tiap kali mereka berkumpul di waktu tertentu (terutama pada malam minggu). Klub-klub motor ini kerap menutup jalanan, mengebut, hingga suara knalpot yang mencemari suara. Para pengendara macam ini yang mereka sebut “Pengusik” dalam single-nya.

Dari keresahan di atas, timbul keinginan Woodplane untuk merilis video musik sekaligus untuk mengingatkan bahwa jalan umum bukan milik para klub motor semata. Banyak pengguna jalan lain yang tidak nyaman mendapati segerombolan pengendara motor yang kerap melakukan aksi ugal-ugalan menggunakan jalan umum.

Dalam pengerjaan video musik ini, Woodplane tidak sendiri. Mereka dibantu LMGSKRG, sebuah kolektif kesenian yang berbasis di Lamongan. Woodplane mengajak teman-teman dari LMGSKRG yang memiliki hobi di ranah videografi untuk berkolaborasi dalam rangka menunjukkan iklim berkesenian di Lamongan kepada khalayak. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here