Jagat musik ekstrim Tanah Air segera dibombardir dengan kehadiran unit death metal, BattleProven. Pasalnya, grup yang diprakarsai Reza alias Kakek (Vokal), Didy ‘Complonk’ (Gitar), Adhi (Bass) dan Yoshua Wira pada drum, telah menyiapkan amunisi yang akan dirilis sebagai debut tahun 2019 ini.

Nama-nama diatas tentu tidak asing bagi penggemar musik cadas. Keempat personil BattleProven merupakan ujung tombak dari proyek musik seperti Brain Ass, Calamity, Cryptogod, Twin Demons dan Morbiddust, yang telah lama berkiprah di dunia musik bawah tanah dan memiliki reputasi di kancah nasional.

Beberapa waktu lalu, grup ini sempat menjatuhkan demo berisi 3 buah lagu yang dicetak terbatas. Melanjutkan sesi perkenalan, BattleProven kemudian menggelar acara silaturahmi jelang pergantian tahun. Bertempat di Warung Sosmet, Senin (31/12), “BattleProven Promo Gathering” merupakan debut penampilan skuat death metal tersebut di hadapan publik kota Semarang.

Melibatkan band-band cadas dari dalam hingga luar kota diantaranya Crucifixion, Patagonia, Unrated System, Syndrome, Devoid (Purwodadi), dan Diminish Perception (Boyolali).

Crucifixion
Syndrome
BattleProven

BattleProven membawakan tiga buah lagu yakni “Goin For The Kill”, “Combat Proven” dan “Misfortune of Dangerously Asymmetrical” yang di ambil dari album penuh mereka, serta satu lagu milik legenda death metal, Suffocation, “Torn Into Enthrallment”. Meski tidak terlalu banyak dihadiri penonton, acara ini berlangsung dengan sangat intim dan rancak.

Dedikasi untuk Skena Metal Tanah Air

Ide melahirkan proyek musik BattleProven sendiri telah ada sejak tahun 2016 silam. Di bawah bendera Scattered Brains Society, Adhi dan Reza yang tengah menulis komposisi musik dengan mengambil akar oldschool death metal, berniat untuk memberi warna baru skena musik keras Indonesia dengan menghadirkan karya-karya terbaik sebagai bentuk penghormatan terhadap skena itu sendiri.

Grup ini kemudian memasuki tahap rekaman pada pertengahan 2017 dan melahirkan 8 buah lagu serta 2 komposisi instrumental yang akan tersemat dalam debut bertajuk Gallant Defeat. Seluruh materi dikerjakan di Strato Studio dengan bantuan Adi Oebant dan Pepen selaku operator. Untuk hasil maksimal, BattleProven mempercayakan proses mixing dan mastering di tangan Adi Oebant, seorang teknisi audio yang telah banyak menangani karya-karya musik baik lokal hingga nasional.

Album debut Gallant Defeat nanti akan berdurasi lebih kurang 37 menit dengan menampilkan komposisi musik metal yang intens, agresif, berat dan kasar di tiap performanya. BattleProven juga akan memberi ilustrasi roda kehidupan–lewat sudut pandang sains dan keabstrakan–yang direpresentasikan ke dalam kompleksitas realita sebagai konsekuensi logis dari masa sebelum dan nanti. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here