Dismember. Foto: dok

Setelah memutuskan hiatus pada 2011, band death metal asal Swedia, Dismember, akan kembali dalam laga pertunjukan. Kabar tersebut tersiar setelah band yang dibentuk tahun 1988 ini meluncurkan Website yang menyatakan reuni namun tidak banyak informasi lebih lanjut, selain penampilannya di “Scandinavia Deathfest 2019”. Mereka sebagai penampil utama yang akan digelar pada 11-12 Oktober 2019 di Stockholm.

Dalam penampilannya mendatang menggunakan formasi awal yakni Matti Kärki (Vokal), David Blomqvist (Gitar), Robert Sennebäck (Gitar), Richard Cabeza (Bass), dan Fred Estby (Drum). Mereka akan sepanggung dengan Benediction, Birdflesh, Centinex, Death Toll 80k, Demilich, Demonical, Entrails, General Surgery, Interment, Iron Lamb, Martyrdöd, Massgrav, Nuclear Assault, Purtenance, Putrid Vision, Rippikoulu, Rotten Sound, Sarcasm, Soils of Fate, Sorcery, Toxaemia, Unanimated, Undergang, dan Wombbath.

Flyer “Scandinavia Deathfest 2019” di Stockholm, Swedia.

Seperti yang dilansir dalam sebuah wawancara di Invisible Oranges pada Agustus 2016 silam, Estby mengatakan akan kembali mengurus manajemen band mereka. “Saya kerap mendapatkan permintaan untuk reuni. Mungkin ini saatnya kembali ke panggung dan meraih kembali apa yang sudah kita dapat sebelumnya. Seperti hak kita atas album dan merchandise, karena kadang luput dari sepengetahuan kita,” ujar Estby.

Keresahan itu muncul dengan banyaknya ditemui produksi bootleg, yang pada kenyataannya para fan kesulitan mencari rekaman dan merchandise resmi mereka. Estby mulai sibuk dengan tetek-bengek band di apartemennya sejak ia pindah ke New York pada Desember 2015 setelah menikah dengan seorang warganegara Amerika Serikat (AS).

Ia sebelumnya sempat bolak-balik Swedia-AS dalam rentan waktu tertentu yang kemudian ditandai dengan pembicaraan serius dengan Richard Cabeza sang pencabik bas yang kini tinggal di Texas, AS. “Saya mulai intens berbicara dengan Richard ketika saya ke AS untuk menangani sound dalam tur band skate punk Swedia, Millencolin. Kami sempatkan untuk bertemu dan berbicara untuk kelangsungan band,” jelas Estby.

Di masa band masih belia, beberapa personilnya yang tengah bermain dengan Carnage, mereka merilis debut album klasiknya Like An Ever Flowing Stream pada tahun 1991. Album dengan cover art yang dikerjakan oleh Dan Seagrave dan diproduseri oleh Tomas Skogsberg dan Fred Estby ini, menjadi tonggak berkibarnya Swedish Death Metal yang mewarisi band-band di seluruh dunia. (Gr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here