Dengan banyaknya musisi lokal, baik lama ataupun pendatang baru. Tahun ini terasa sangat meriah dengan beragam aktivitas para pelaku seni tak terkecuali musisi di Semarang. Berjejer karya-karya apik baik single, album, hingga video musik yang dirilis tahun ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi serta pemanfaatan media sosial yang masif. Kini karya musisi-musisi Semarang dapat diapresiasi bahkan ke cakupan yang lebih luas. Berikut kami hadirkan deretan 10 teratas video musik yang dirilis musisi-musisi Semarang tahun ini.

Lilin Semasa Hujan – “Seremoni Senyawa Murni”

Kelompok musik pengusung post-rock, lengkap dengan corak musik yang gelap dan penuh raungan, Lilin Semasa Hujan, tahun ini merilis video musik dari single debut mereka, “Seremoni Senyawa Murni” (16/10). Video ini menampilkan koreografi apik Ela Irma Evita, melibatkan Farizka (Arrogant), Krisna Adi Utomo (Reinkarnasi) dan Sandy Dwinus (Sunday Sad Story) sebagai pemeran dalam video musik tersebut.

Dibantu Adyar Arifin (Poros Production) selaku pengarah, Lilin Semasa Hujan berupaya menampilkan sisi-sisi muram sekaligus jenaka dalam haru biru kehidupan, yang dianalogikan lewat ikon mitologi yunani dan beberapa kisah yang dapat kita temui sehari-hari.

AK//47 – “Lempar Petasan ke Podium”

Motor penggerinda, AK//47, meluncurkan video musik menyambut perilisan album penuh ketiganya (9/7). “Lempar Petasan ke Podium” adalah nomor yang berada dalam jajaran Loncati Pagar Berduri (Lawless Jakarta/Disaster Records, 2018).Video ini dirilis merespon momentum politik yang diwarnai dengan mobilisasi sentimen SARA. Pembuatan video musik ini dilakukan di Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Menampilkan instalasi boneka-boneka yang sudah rusak yang menggambarkan ironi masyarakat. Lalu terdapat sosok yang sedang berpidato di podium. Adapun petasan yang dilempar adalah simbol keberanian untuk menyanggah. Tak ketinggalan, video musik ini juga menampilkan beberapa cuplikan saat AK//47 melakukan tur singkat di Indonesia serta menaklukan 22 pertunjukan di 22 kota di pesisir barat AS.

Aimless – “Wound”

Usai menghadirkan dua buah single tahun lalu, grup transformasi, Aimless, tahun ini meluncurkan video musik dari single-nya berjudul “Wound” (22/4).

Video musik besutan sang gitaris, Hanafi Hastoworo, ini menampilkan cuplikan frontal yang mengiring ‘sepanjang’ 57 detik penuh emosi, cepat dan menegangkan! Coloring serta artistik yang apik. Sajian gelap unit berbahan bakar hardcore, alkohol dan narkotika!

Glasstrick – “Silahkan Berkomentar Sepuasnya”

Sebuah parodi ajang pencarian bakat yang dikemas dalam bentuk video musik, siapa lagi kalau bukan ulah kuartet rock, Glasstrick. Single, “Silahkan Berkomentar Sepuasnya” diambil dari album penuh, Gejolak (Glasstrick, 2017), menyoroti fenomena masyarakat yang memuja kontes yang disiarkan televisi secara berlebihan.

Video klip ini digarap oleh Rifqi Fadhlurrahman, diarahkan langsung oleh Gawank selaku sutradara. Pengambilan gambarnya dilakukan hanya dengan waktu kurang lebih 5 jam, serta proses penyuntingan yang dilakukan sekitar 3 hari lamanya.

Alur yang kocak serta keempat personil band yang ber-cosplay menjadi Iga Masardi, musisi tengil, mafia skor sepak bola, dan tentu saja, the one and only, Cecep!

Rrefal – “Oversized Love”

Proyek solo yang sukses menyita perhatian penggemar musik lokal hingga internasional. Rrefal menggebrak tahun ini lewat nomor debutnya, “Oversized Love” yang dirilis pada bulan Juli lalu. Diprakarsai oleh Refal Afif Fiqrianto, single perdana ini juga rilis dalam bentuk video musik garapan Kukuh Rizky N. yang bernuansa retro nan aestetik, canggung dan malu-malu.

Tanpanada – “Bertapa”

Single sekaligus video musik terbaru dari kelompok eksperimental, Tanpanada, “Bertapa” meluncur di kanal digital pada bulan Juni lalu. Digarap videografer, Tri Setio Anggoro dan Panji Rochmat Afrizal. Menampilkan koreografi nan estetik dari Kidung Paramadita serta personil Tanpanada sendiri, Aristyakuver, dalam nuansa monokrom hitam dan putih.

Setelah melakukan banyak eksplorasi antara musik dan sastra puisi, “Bertapa” hadir sebagai buah kontemplasi yang lebih jernih. Meramu musik berkecepatan 166 ketukan per menit dengan titian 4 menit 38 detik, kali ini Tanpanada mengeksplorasi bunyi-bunyi misterius dengan gaya bahasa puisi yang cukup abstrak.

Weekenders A Go Go – “Majas”

Seperti yang mereka pernah sampaikan, mereka tidak akan merilis album sebagai unjuk eksistensi maupun ajang promosi. Sebagai gantinya, Weekenders A Go Go terus menciptakan konten dalam bentuk single dan video musik yang menarik untuk disimak. Seperti pada nomor berjudul “Majas” ini.

Selain musiknya yang menarik, proses pembuatan video klip ini dilakukan dengan sangat baik menggunakan teknik continous shot. Sementara itu, pengambilan video klipnya dilakukan di sebuah kampung tematik di kota Semarang bernama Kampoeng Djadoel.

Olly Oxen – “To Be Honest I’m A Liar”

Memasuki bulan terakhir di tahun 2018, grup Olly Oxen melepas amunisi terbaru berjudul “To Be Honest I’m A Liar” (7/12). Sebagai karya terbaru, “To Be Honest I’m A Liar” hadir terpisah dari konstelasi album mini perdana mereka, Bad Mantra (Peculiar Records, 2017) yang dibuat dengan proses yang cukup berbeda.

Seperti yang sudah-sudah, Olly Oxen mempercayakan Kukuh Rizky N. untuk mengeksekusi video musik bahkan yang terbaru ini, dibantu oleh Mere Nauval dan Kanina Ramaniya (Foolish Commander). Alur serta klip yang mengasyikan! Sejenak kita akan terperosok kedalam distorsi ruang dan waktu yang coba divisualisasikan di video ini.

Good Morning Everyone – “Secepat Mungkin”

Grup musik yang kini tengah melambung dalam perhelatan musik nasional, Good Morning Everyone, belum lama ini turut melepas video musik dari single terbarunya. Single berjudul “Secepat Mungkin” juga dirilis dalam bentuk video musik yang disutradarai oleh Kukuh Herjuno.

Lagu ini sekaligus menuntaskan trilogi single yang dirilis sebelumnya yakni “Friendzone” dan “Tunggu Aku”. Musik yang semakin dewasa, menuntut grup ini juga lebih profesional, tak terkecuali video klip ini.

Gambar serta coloring yang menarik, meski alur cerita yang disuguhkan teramat menyedihkan. Apabila video musik ini diadaptasi pedangdut koplo, maka sudah pasti judulnya akan menjadi, “Ditinggal Rabi”.

Yellow Jet Club – “High Maze”

Video musik dari kelompok pendatang baru, Yellow Jet Club, yang dirilis bulan Juni lalu. Video musik dari single berjudul “High Maze” diekseskusi dalam bentuk video animasi dengan durasi panjang sekira 5 menitan. Dibesut oleh Isa Rizky Pradana, yang juga vokalis band, dibantu M. Fatchurofi (Peculiar Records) selaku pengarah dan label yang menaungi Yellow Jet Club.

“High Maze” merupakan manifestasi dari lirik lagu yang bercerita tentang seseorang yang tersesat dalam angan-angan dan ambisi untuk mencapai kejayaan. Dengan visual yang aneh dan menarik di saat yang bersamaan, penonton diajak berpetualang dalam dunia hiperbola nan absurd. Tabik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here