Kian tahun skena musik kota Semarang kian menarik dengan hadirnya musisi-musisi, tentunya dengan berbagai karya yang tak kalah apik. Tahun ini pun, karya yang dirilis–entah dikhususkan sebagai debut, promosi, atau alasan-alasan eksistensial lain–terbilang masif.

Perkembangan teknologi, hadirnya berbagai kanal musik digital serta media, memberi kemudahan para pelaku musik untuk menggali lebih jauh referensi musik mereka. Hal tersebut sangat berpengaruh dan dibuktikan dengan corak musik yang berani.

Tanpa panjang lebar, berikut kami hadirkan deretan 10 teratas single yang dirilis musisi-musisi Semarang tahun ini.

Brave Enough – “Trust No One”

Garda youth crew, Brave Enough, unjuk gigi di tahun ini lewat materi anyar berjudul “Trust No One”. Bersama dua nomor lainnya, “Louder Faster Harder” dan “Wake Up”, single ini dikemas sebagai tajuk promosi yang dirilis Shutbeach Records. Komposisi hardcore yang tegas, lugas, dan tentunya sangat lincah!

Katamata – “La Sol, El Luna”

Single dari kelompok musik, Katamata, mengalun mesra di penghujung sore awal 2018 lalu. Komposisi bernuansa pop/jazz yang lembut, serta sedikit unsur ‘folk’ a la sobat indies masa kini, sangat cocok dinikmati sembari menikmati lembayung senja di teras rumah.

GreedyS – “Ikhlaskan” (ft. Mere & Sani)

Punggawa 024 Streets Records, Malik Aziz Ros alias GreedyS, belum lama ini meluncurkan single yang sangat sayang untuk dilewatkan. Apabila sebelumnya GreedyS terdengar ‘meledak’ baik dalam materi solo maupun bersama grup, Legit!, “Ikhlaskan” lebih tenang dan lembut. Single ini melibatkan Mere Nauval (Legit!/Olly Oxen) serta M. Al Ichsan (Good Morning Everyone) sebagai kolaborator. Selamat mengikhlaskan!

The Lastree – “Sendu”

Karya sekembalinya grup musik kawakan, The Lastree. “Sendu” dirilis tanggal 2 November 2018 lalu. The Lastree coba membuat peruntungan lewat konsep terbaru yang diusung dalam materi ini. Corak musiknya lebih variatif, terdengar dewasa tanpa menghilangkan esensi mereka sebagai pengusung indie pop. Sayang, liriknya tidak sesederhana lagu-lagu mereka terdahulu.

Glasstrick – “Potong Sejenak”

Setelah melakukan maraton video musik (mungkin sudah kehabisan budget), Glasstrick merilis karya terbaru berupa single anyar pada tanggal 19 November 2018 lalu. Single tersebut diberi judul, “Potong Sejenak”, sebuah intermeso atas kejenuhan yang cukup menyita waktu. Dalam single ini, Glasstrick melibatkan musisi lintas genre yakni Rendy’O (Legit!) dan Yoga Jomes (Weekenders A Go Go) untuk memberikan nuansa baru. Sial, hal tersebut berhasil dan membuat lagu ini, karya terbaru milik Glasstrick ini punya corak yang sangat berbeda!

Foolish Commander – “Paranoia”

Grup pendatang baru, Foolish Commander, menggebrak tahun 2018 lewat single berjudul “Paranoia” yang dirilis di berbagai kanal musik digital bulan Mei lalu. Trio Kanina Ramaniya (Vokal), Luthfi Adianto (Rap), dan Alditya Rafi (Drum) memainkan musik elektonik/pop yang jarang dijamah pelaku musik lain di Semarang. Kehadiran mereka cukup membawa angin segar di kancah musik khususnya elektronik di Semarang.

Redam – “Tamasya di Angkasa”

Trio alien yang menyamar, membentuk sebuah band bernama Redam, tahun ini meluncurkan beberapa karya diantaranya sebuah nomor berjudul “Tamasya di Angkasa”. Muatan rock ugal-ugalan, kotor, dan enerjik, tumpah ruah di sepanjang lagu berdurasi 2 menit 47 detik ini! “Tamasya di Angkasa” juga rilis dalam bentuk video musik yang digarap oleh Garna Raditya, pentolan band grindcore AK//47.

Tiderays – “Proposition Distrait”

Grup pendatang baru, Tiderays, melontarkan materi yang cukup ganas tahun ini. “Proposition Distrait” adalah satu dari dua buah lagu yang dirangkum dalam bentuk demo, rilis melalui kanal musik digital pada bulan September lalu. Tiderays membawa kembali kejayaan swedish sound dalam hardcore. Sensasi derap D-beat dan black metal yang berpadu dengan beringas, materi dari band yang layak disimak kedepan!

Rrefal – “Oversized Love”

Sebagai proyek solo yang diprakarsai oleh Refal Afif Fiqrianto, Rrefal menghadirkan musik indie pop tropis dengan nuansa fidelitas rendah, yang mana akan mengajak pendengar serasa berada di awang. Single, “Oversized Love” yang dirilis pada 13 Juli 2018 lalu pun mendapat banyak apresiasi terutama dari kalangan muda, lokal hingga mancanegara. Kehadiran Rrefal turut menambah referensi musik Semarang lebih berwarna.

Distorsi Akustik – “Tuhan Baru Bernama Gadget”

Pertama kali muncul dalam jajaran lagu Kompilasi Peniti 6, “Tuhan Baru Bernama Gadget” adalah single pembuka Distorsi Akustik di tahun 2018. Sebuah tamparan atas kondisi sosial dimana kepribadian masyarakat, perlahan-lahan dibunuh oleh teknologi gawai.

Ada yang menarik dari single tersebut. “Tuhan Baru Bernama Gadget” melibatkan dua musisi lintas generasi. Dalam materi ini, kita dapat mendengar secara gamblang karakter suara Fitri (New Face New Wave) yang kuat dan dalam, disahut oleh Rahmanika (And The Brightside/Fat In Diet) yang lebih dewasa dan luwes, keduanya juga mengisi beberapa bagian secara bersama.

Mempertemukan berbagai karakter suara dan tentunya dalam balutan aransemen yang harmonis dari Distorsi Akustik sendiri. Terbaik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here