Lilin Semasa Hujan – Seremoni Senyawa Murni

Pergolakan Abadi antara Keinginan dan Kebutuhan

0
41

Lama tak terdengar kabar, unit pengusung post-rock/dark ambient kota Semarang, Lilin Semasa Hujan baru saja merilis video musik dari single mereka, “Seremoni Senyawa Murni”. Video musik tersebut sengaja dirilis bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2018 kemarin. Digarap di dua lokasi berbeda yakni hutan sekitaran kampus UNNES, Gunungpati dan sebuah komplek terbengkalai di bilangan Trangkil, Semarang.

Lilin Semasa Hujan kali ini dibantu Adyar Arifin (Poros Production) selaku pengarah, dalam upaya menampilkan sisi-sisi muram sekaligus jenaka dalam haru biru kehidupan. Turut menggaet nama-nama musisi diantaranya Farizka (Arrogant), Krisna Adi Utomo (Reinkarnasi), Sandy Dwinus (Sunday Sad Story) dan seorang penari yakni Ela Irma Evita yang ditunjuk menampilkan olah koreografi.

Foto dok. Lilin Semasa Hujan

“Benar hidup itu pilihan, namun dalam kehidupan ini mengajarkan memilih apapun pasti ada konsekuensi yang kita terima. Entah itu sedih yang berujung depresi atau euphoria kebahagiaan, hal ini yang coba kami angkat dalam video klip ini,” jawab gitaris, Ciptaning Indra Wangsa.

Video musik berdurasi lebih kurang 10 menit ini bercerita tentang perseteruan abadi antara kebutuhan dan keinginan. Pula mengangkat beberapa ikon mitologi yunani dan beberapa kisah yang memang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Midas yang ambisius, Kerberos, hingga Joker. Midas dikenal sebagai seorang raja. Dia adalah tokoh yang terkenal karena kemampuannya mengubah apapun yang disentuhnya menjadi emas, namun hal tersebut justru tidak membuat dirinya bahagia. Sedang Kerberos adalah seekor anjing berkepala tiga yang mengumpamakan bagaimana hidup tidak segan-segan mengoyakmu dengan segala permasalahannya. Terakhir adalah Joker, salah satu ikon dalam kartu remi yang mengajarkan kita untuk selalu menertawakan segala kesulitan hidup, sebelum kesulitan itu menertawakan kita.

“Gambar-gambar yang terpapar dalam video klip “Seremoni Senyawa Murni” adalah interpretasi kami dalam menjabarkan kondisi politik negara kita saat ini. Yang baik tidak benar-benar baik, begitu juga yang buruk bisa jadi tidak seburuk apa yang kita pikirkan, Rasulullah selalu mengingatkan kita untuk ber-tabayyun sebelum kita melakukan tindakan dalam kehidupan kita sehari-hari”, ujar pemain bass, Adi Laksito, yang juga tergabung dalam kelompok musik death metal, Diminish Perception. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here