Distorsi Akustik Rilis Video Musik, “Mesin Pemahat Waktu”

Kenang Mendiang Personil, Ajak Berbuat Kebaikan

0
60
Foto dok. Distorsi Akustik

Sebelas tahun sudah grup ini berkecimpung dalam ranah musik alternatif khususnya di Semarang. Pahit-manis, gegap gempita panggung maupun kehidupan di baliknya telah mereka lalui. Sebagai perayaan, Distorsi Akustik kemudian merilis sebuah karya berupa video musik dari salah satu lagu berjudul “Mesin Pemahat Waktu”.

Video musik ini diunggah pada hari Selasa (7/8) di kanal YouTube Distorsi Akustik. Video musik ini menampilkan cerita tentang perjalanan spiritual seseorang sejak hidup hingga jiwanya terlepas dari raga. Tidak ada kesan seram dan menakutkan yang ditampilkan dalam video musik berdurasi sekira lima menit ini, malah model yang diperankan oleh Adheniar Juliane Maeda justru membuat konsep video musik ini semakin anggun dan elegan.

Diproduksi oleh Nonadeca Film serta melibatkan beberapa nama diantaranya Fajar Kajabu dan fotografer Imam Supriono, video musik ini digarap di beberapa tempat di Semarang, diantaranya Tempat Pemakaman Umum Kedungmundu, Pantai Marina dan Hutan Wisata Tinjomoyo.

“Video musik ini kerjasama kedua kalinya kami, setelah sebelumnya sempat bekerjasama dengan Nonadeca Film di acara gelaran “iWod Creative Lab Acoustic Jam”, sengaja dipilih lagu “Mesin Pemahat Waktu”, karena lagu tersebut berisi peringatan buat kami bahwa tidak ada pesta yang tidak berakhir, pun sebagai selebrasi 11 tahun Distorsi Akustik berdiri, buah dari perjalanan yang cukup panjang yang kami lalui. Dalam hidup sangat terbiasa jika kita melalui senang, dan sedih sebuah sinergi apik yang disuguhkan Semesta. Namun yang sedikit membuat saya kecewa adalah dalam kurun waktu itu hanya sebuah mini album dan beberapa single saja yang kami hasilkan, sungguh kami benar-benar kurang produktif, sibuk memburu panggung lalai dalam berkontemplasi untuk berkarya, maafkan kami,” tutur drummer, Ragil Pamungkas.

“Mesin Pemahat Waktu” sendiri merupakan lagu yang termaktub dalam album mini, Pu7i Utomo (Distorsi Akustik, 2016) yang diciptakan Distorsi Akustik sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang gitaris dari grup tersebut, Puji Utomo. Lagu ini sekaligus jadi pengingat bahwa manusia akan kembali ke asal pada waktunya. Dilepasnya karya tersebut setelah bertahun-tahun lamanya, pun membuat Distorsi Akustik seolah masih kesulitan untuk beranjak sepeninggal salah satu personilnya. Sebelum video musik ini dirilis, Distorsi Akustik sempat meluncurkan single anyar berjudul “Tuhan Baru Bernama Gadget” yang diikut sertakan dalam album kompilasi, Peniti 6 (Peniti Enterprise, 2018) serta tercantum dalam album yang akan datang bertajuk, “Puan”.

baca juga: Single Baru Distorsi Akustik, “Tuhan Baru Bernama Gadget” Kritik Fenomena Sosial

Yang menarik, grup ini banyak terinspirasi oleh ajaran ataupun filosofi yang terkandung dalam berbagai karya sastra, kitab kepercayaan serta hadis sehingga menciptakan nomor yang sarat akan kritik (kadang sangat relijius) namun tetap harmonis dan catchy. Dengan balutan musik yang ramah di telinga, nomor-nomor kritis yang dibawakan Distorsi Akustik niscaya lebih mudah dicerna dan dapat dinikmati oleh semua orang, seperti salah satunya lagu ini. Selamat menyaksikan! (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here