Foto dok.Effendi

Beberapa waktu lalu, sebuah kolektif yang diberi nama, Majelis Improvisasi, melakukan sebuah eksperimen lewat acara bertajuk “Majelis”. Digelar pada hari Sabtu (30/6) kemarin di Grobak Art Kos, “Majelis” menampilkan kolaborasi antar musisi lokal untuk saling memainkan musik secara spontan.

Gagasan ini muncul, salah satunya guna mewadahi musisi dari berbagai latar bahkan yang belum saling mengenal untuk bertemu.┬áTerinspirasi oleh sesi live music “Kombo” yang diselenggarakan di Yogyakarta, “Majelis” bertujuan mengeksplorasi improvisasi sebagai sebuah tradisi yang dapat ditemukan di semua jenis musik bahkan disiplin seni lainnya.

Foto dok. Majelis Improvisasi
Foto dok. Majelis Improvisasi

Sesi kali ini merupakan yang pertama dilakukan. Ada lima musisi yang terlibat dalam sesi perdana ini, diantaranya Debi Selviana (Slost/HMMM), Adi ‘Aming’ Laksito (Diminish Perception/Lilin Semasa Hujan), Albertus Arga Yuda dan Gerry Pindonta (Samber Nyawa) serta Nanda Goeltom dari kelompok musik Jazz, AbsurdNation. Rencananya “Majelis” akan digelar secara berkala, 2 kali dalam satu bulan.┬áSeniman dari disiplin seni di luar musik seperti sastra, performance art, tari, dan seni rupa pun dapat ikut berkolaborasi dalam tiap sesi Majelis.

Foto dok. Majelis Improvisasi

Majelis juga terbuka bagi musisi atau seniman yang berasal dari luar Semarang maupun luar negeri. Nantinya, kegiatan dalam tiap sesi “Majelis” akan didokumentasikan baik dalam bentuk foto, audio dan video untuk kemudian disimpan dalam bentuk arsip yang bisa diakses melalui kanal-kanal seperti YouTube ataupun Bandcamp. Lewat kegiatan ini, improvisasi diharap┬ádapat dimaknai sebagai salah satu cara untuk merespon bebunyian yang dapat ditemui di setiap laku kehidupan. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here