Foto dok. Mark Morris

Musisi asal Negeri Jiran, Bayangan, segera menyambangi Indonesia dalam dekat ini. Bayangan dijadwalkan melakukan tur independen bertajuk “Bersendirian Berhad” yang berlangsung mulai Agustus mendatang. Tur tersebut diinisiasi sebagai rangkaian promosi album debut miliknya dengan tajuk yang sama.

Bayangan merupakan moniker sekaligus alter ego dari Fikri Fadzil, seniman neo-folk dan penyanyi-penulis lagu asal Kuala Lumpur, Malaysia. Dirinya juga yang mencetus, The Wknd Sessions, sebuah kanal promosi bagi musisi-musisi alternatif khususnya di wilayah Malaysia dan Asia Tenggara. Konsep musik yang diusung Bayangan menyentuh pada subyek hidup di Malaysia perkotaan kontemporer, dari hubungan pribadi hingga masalah kemasyarakatan. Pertama kali muncul di dunia musik Malaysia dan Asia Tenggara pada tahun 2016, Bayangan memperoleh pujian kritis untuk single debutnya, “Kuala Lumpur”, menerima ulasan teladan dari publikasi terkemuka di Malaysia, JuiceMY. Single ini masuk ke daftar TimeOut KL Top 30 Local Tracks of 2016, menempatkan posisi ke-8 pada daftar. “Kuala Lumpur” juga dipilih oleh Vans Malaysia untuk ditampilkan sebagai lagu pembuka dalam film dokumenter video 2017 mereka, Demi: A Pa’din Musa Documentary.

Album Bersendirian Berhad (Bright Lights Production, 2018) ini memperdengarkan musik folk yang langka dan intens. Instrumentasi pada setiap lagu disampaikan dengan minimalis, menciptakan soundscapes yang memukau untuk melengkapi pengiriman vokal yang menenangkan, bergema di seluruh rekaman. Menggali ke dalam emosi yang dalam, Bayangan mengubah pengalaman hidupnya dan pergolakan emosional menjadi sumber inspirasi, dan melukis refleksi dan pikirannya ke dalam lagu. Dengan langit-langit suram yang menyeluruh, album ini berbicara dengan lembut tentang demagnetisation dari kompas kehidupan seseorang, yang hadir sepenuhnya di setiap saat, dan memungkinkannya untuk perlahan dan secara organik mendapatkan kembali kesadaran.

Sampul album dikerjakan oleh seniman visual asal Malaysia, Blank, secara puitis merangkum konsep album–berpusat pada sebuah foto memukau karya Adely Adnan–yang menangkap momen upacara kremasi masyarakat Bali, “Ngaben”, dimana abu seorang yang sudah meninggal disebar ke laut, melepaskan jiwa sehingga bisa memasuki alam atas di mana ia dapat menunggu untuk dilahirkan kembali atau terbebas dari siklus kelahiran kembali.

Bayangan “Bersendirian Berhad Indonesia Tour 2018”

Usai melakukan tur di Malaysia dan Singapura, Bayangan bersiap menyambangi beberapa kota di Indonesia. Bayangan dijadwalkan menyapa penonton untuk pertama kali di helatan musik, Folk Music Festival 2018 di Batu, Malang, kemudian menuju Solo, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Bogor, Jakarta, Jatiwangi dan yang terakhir di Surabaya. Bayangan tidak sendiri, di beberapa penampilan ia akan ditemani oleh rekan musisi yang juga berasal dari Malaysia, Azmyl Yunor.

Selain itu, album Bersendirian Berhad yang sebelumnya dirilis dalam format CD dan digital, akan dirilis kembali dalam format kaset terbatas oleh label independen asal Solo, Hema Records. Baik CD dan kaset akan tersedia untuk dijual selama tur Bayangan di Indonesia. Untuk detail informasi lebih mengenai tour dan pemesanan kaset bisa diakses melalui laman resmi Hema Records. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here