Foto dok. Dwazed

Grup musik alternatif asal Palangkaraya, Dwazed, baru-baru ini meluncurkan debut album mini. Kuartet pendatang baru beranggotakan Hasymi (Gitar/Vokal), Bayueko (Bass/Vokal), Rico (Gitar) dan Brata pada drum, resmi melepas album yang diberi tajuk, “Fragmen”.

Album mini tersebut terlebih dahulu meluncur akhir 2017 lalu dalam format CD, baru setelahnya dirilis kembali kedalam format digital bebas unduh oleh netlabel, Data Imp, bulan Mei 2018 kemarin, tepatnya pada perayaan Record Store Day 2018 Palangkaraya.

Dwazed – Fragmen

“Fragmen” merupakan karya musik bercorak muram, berisi enam buah lagu bernuansa shoegaze. Dwazed sendiri tidak terlalu muluk dalam memilih tema yang diangkat kedalam karya debut ini, mereka ingin bercerita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar seperti misal yang dekat dengan keseharian para personil.

Seluruh materi dalam album “Fragmen” diselaraskan oleh Ra Records. Musik yang dimainkan grup yang satu ini sangat menarik. Selain memainkan musik yang muram, beberapa lagu punya variasi tempo yang mengejutkan, seolah membawa kita kedalam mimpi yang berkabut lalu tiba-tiba jatuh. Semua lirik ditulis dan dinyanyikan dengan rapi menggunakan bahasa Indonesia. Dibuka dengan “Paradoks” hingga ditutup dengan nomor berjudul “Apologi”, “Fragmen” tidak akan mengecewakan khususnya yang menggemari genre musik semacam ini. Tabik! (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here