Foto dok. Hema Records

Dipertemukan kembali sebagai kawan band pada medio akhir 2014 lalu di kota Solo, 3 anak muda ini seperti ingin memperkenalkan sebuah entitas baru pada sekitarnya. Terbentuk sebagai naluri alami anak muda yang selalu ingin mengekspresikan sisi liarnya membuat The Scenesters menjadi band muda yang terus layak untuk disimak. Setelah 4 tahun aktif di skena lokal kota Solo dan mengeluarkan 2 single, kini Surya (Gitar/Vokal), Hamzah (Bass/Vokal) dan Caroluce (Drum) siap melepaskan debut album mini sebagai bentuk pembuktian atas karyanya.

“Summer Never Go” datang dengan penyampaian yang ringan, seperti hanya ingin menunjukkan bagaimana mereka dalam musik dengan jujur. Ketika kebanyakan orang menganggap tumbuh itu berarti menjadi dewasa, bagi mereka tumbuh berarti menjadi bebas bersenang-senang, membiarkan semua mengalir begitu saja hingga menemukan jalannya. Teriakan yang terus muncul tentang bagaimana dilahirkan di taman bermain baru, membuat orang di sekitar bertanya akan kegirangannya, merayakan kesenangan tanpa harus mengganggu orang lain. Menyanyikan kebebasan baru, tanpa melewatkan momen di musim panas. Sampai mereka lelah dengan sendirinya. Begitulah cara mereka ingin mengekspresikan semua cerita ke dalam mini album ini. Lagu demi lagu datang dengan lini bass yang punchy, gitar scuzzy dengan melodi padat dan melayang, vokal yang sedikit kotor dan fidelitas rendah yang melambai-lambai. Komposisi musik di album mini “Summer Never Go” cukup dipengaruhi oleh antusiasme musik 90-an dengan alunan surf-rock. Semua dirangkum menjadi dalam 7 buah lagu dengan durasi sekitar 21 menit.

The Scenesters – Summer Never Go

Debut album mini tersebut akan dirilis dalam format cakram padat dan digital melalui label independen asal Solo, Hema Records. Hema mendapuk The Scenesters sebagai roster yang mewakili semangat dan cara musik yang berbeda khususnya dalam skena musik kota Solo. Menyambut perilisan album mini tersebut, The Scenesters turut meluncurkan dua buah single baru yakni berjudul “Summer Never Go” dan “Happiness, Beauty” yang telah dikumandangkan melalui laman Hema Records.

Hema Records juga membuka sesi pra-pesan CD dan bundle bagi yang ingin mendapatkan album tersebut secara eksklusif setelah tanggal rilis yakni pada 10 Mei 2018 mendatang (bisa dipesan di sini). Soal kemasan tidak perlu diragukan, sebab Hema Records bisa dibilang merupakan salah satu label lokal yang peduli soal pengemasan. Seperti pada album milik The Scenesters satu ini, Hema mengemasnya secara spesial dengan tampilan yang unik dan sampul yang dikerjakan khusus oleh tangan seniman asal Solo, Fauzan Abusalam.

Untuk mengekpresikan cerita mereka pada keluarga, teman dekat dan pendengar, The Scenesters rencananya akan mengadakan sebuah pertunjukan sebagai rangkaian peluncuran album tersebut di Solo akhir Juni 2018 nanti. Dan sebagai rangkaian promo, Hema Records selaku label tengah merencanakan tur ke beberapa negara di asia tenggara akhir tahun nanti. Detil informasi lebih lanjut mengenai tanggal dan tempat akan diumumkan melalui halaman resmi Hema Records segera setelah album ini dirilis. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here