GreedyS - Nasi Telor Sarden (Mixtape)

Musisi dan beat maker lokal, GreedyS baru-baru ini meluncurkan kompilasi beat/instrumen yang dikemas dalam format mixtape. Dirilis secara digital lewat kanal SoundCloud-nya awal Mei kemarin, mixtape tersebut berisi 12 komposisi dengan durasi putar sepanjang 27 menit 54 detik yang diberi tajuk, “Nasi Telor Sarden”.

Ia punya alasan tertentu kenapa mixtape-nya ini diberi judul berupa menu di kedai makan burjo. “Nasi Telor Sarden adalah makanan cepat saji bagi kaum proletar,” pungkasnya. Mixtape ini berisi sample lagu yang ia dapat baik secara pribadi maupun sumber terbuka seperti YouTube. “Walaupun beberapa saya punya masteranya di vinyl, tapi sengaja ambil dari YouTube. Jangan dibuat repot, bikin musik ya bikin aja, ga perlu banyak alesan atau nunggu gears komplit,” ujar pria yang akrab disapa Malik.

baca juga: Kepanikan Legit! Dalam Single Terbaru, “Panic”

Mixtape “Nasi Telor Sarden” dikemas apa adanya dengan penuh sukacita. Ia ingin proyek mixtape-nya kali ini dapat dinikmati oleh semua orang kapanpun dan dimanapun. “Ini proyek sebenernya cuma iseng, bikin sebuah ‘paket’ yang di dalemnya berisi beberapa ‘dope beat’ yang bisa dinikmati dimanapun anda berada.”

Tidak, kita tidak akan mendengar sajian musik Funkot (Funky Kota) seperti yang biasa diputar di kedai-kedai burjo. Tentu tidak. Meski dengan judul yang penuh kearifan lokal, keduabelas komposisi dalam “Nasi Telor Sarden” justru menyajikan berbagai unsur klasik mulai dari jazz, funk hingga blues, dikombinasikan dengan beat-beat yang rileks. Menjadikan mixtape ini begitu asik dinikmati.

Tak hanya menyajikan ‘makanan ringan’, GreedyS turut menyematkan sebuah pesan pada nomor berjudul, “Selesai” di penghujung mixtape. Ia mengecam tindakan otoritas yang berusaha mengaburkan atau bahkan membuat kita lupa akan tragedi bangsa. “Saya ga tau bagaimana dan kapan tepatnya hal itu terjadi. Tapi proses pendoktrinan untuk melupakan sejarah, menurutku jahat,” tutupnya.

“Nasi Telor Sarden” adalah sajian bagi masyarakat kelas bawah, begitupun ketika berubah menjadi komposisi musik. Sebagai bentuk kesenian, ia tidak bisa lepas dari masyarakat. Sila nikmati sendiri komposisinya. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here