Foto dok. Patagonia

Grup death metal, Patagonia resmi meluncurkan debut album mini, Kamis (24/5). Bertitel “Impaled Human”, proyek rilisan tersebut sebenarnya telah lama digaungkan sejak single perdana mereka, “Under The Siege” dirilis tahun lalu.

Melalui SBS Records, “Impaled Human” dikemas bersama 6 buah trek yang terdiri dari 5 lagu dan satu buah intro bernuansa simfonik. Sejak terbentuk pada tahun 2016 lalu, Patagonia yang terdiri dari Desta (Gitar), Gonz (Bass), Yusuf (Drum) dan Hansen pada vokal, mulai menggodok materi khususnya untuk yang akan termaktub dalam rilisan kali ini. Sejak awal 2017 hingga April 2018 kemarin, Patagonia berhasil merampungkan proses rekaman yang seluruhnya dikerjakan di iWod Creative Labs dengan bantuan Novi (Radical Corps/Syndrome) dan Kakek (Daimonion/ex. Brain Ass) sebagai teknisi rekaman. Selama proses penggarapan hingga menjadi karya lagu, Patagonia dibantu Rizky Anzo Baenafi (Infestation/Dismay) pada lini vokal, menggantikan Hansen untuk sementara waktu khususnya di debut album mini ini.

“Impaled Human” sukses menampilkan kembali geliat musik death metal yang telah redup khususnya di Semarang dalam kurun waktu terakhir. Kelima lagu bernuansa seram dan buas ini sukses membawa kembali atmosfir musik yang dibawakan grup Suffocation, Malevolent Creation, Deeds of Flesh serta punggawa-punggawa old school death metal Amerika lainnya. Vokal growl yang mencekam, pukulan drum yang brutal dibalut riff yang mencabik, tak luput hasil mixing yang terkesan modern dan tertata, buah polesan empunya studio rekaman, Wowod (Syndrome). Sampul albumnya sendiri, karya seniman Luthfi ‘Debronzes’ (Syndrome) sudah sangat menggambarkan betapa buasnya album ini. Tidak ada alasan untuk tidak mendengarkan album “Impaled Human” guna mengobati kerinduan akan mosh pit, headbang dan keringat.

Patagonia – Impaled Human

Dirilisnya album ‘gahar’ ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, tidak lantas dianggap suatu hal yang tabu. “Selain untuk menggugah semangat selama menjalankan ibadah puasa, pesan dari album ini sendiri sebenarnya ditujukan guna melawan diri kita sendiri agar lebih mawas,” ujar Gonz. Patagonia disini banyak mengangkat lirik seputar peperangan sebagai tafsir atas kecemasan dan konflik batin yang dialami manusia.

Album mini berformat CD ini sekaligus membuktikan produktifitas serta kualitas musisi death metal lokal juga layak untuk diperhitungkan. “Kedepan kami akan menyiapkan materi-materi anyar, termasuk beberapa materi yang ada di “Impaled Human” untuk dimasukan kedalam album penuh tahun depan, semoga,” pungkasnya. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here