Waspada! Rilisan Band Semarang yang Bakal Hadir di “Record Store Day Semarang”

Gandeng Momen Record Store Day Untuk Luncurkan Karya Fisik

0
128
Record Store Day Semarang 2017. Foto oleh Aris

Tahun ini nampaknya kita semua masih diberi kesempatan untuk merayakan ‘hari raya’ kolektor rilisan fisik dan penggemar musik di seluruh dunia yang jatuh pada hari Sabtu (21/4) kemarin. Record Store Day (RSD) kembali digelar untuk kesekian kalinya di Indonesia tak terkecuali Semarang. Kami tidak perlu menjelaskan kembali apa itu RSD, kalian tentu bisa mencari informasinya di internet.

Di luar polemik dan pro-kontra penyelenggaraan RSD tahun ini (maupun beberapa tahun terakhir), helatan yang pertama kali di gelar di Baltimore, AS pada tahun 2007 dan langsung merebak ke berbagai penjuru dunia ini, tetap jadi primadona khususnya bagi pemilik toko rilisan independen maupun musisi.

Momen RSD jadi sebuah tren yang seksi mengingat hanya pada hari tersebut, kolektor rilisan fisik, penggemar musik hingga masyarakat yang awam dengan perayaan momen tersebut jadi sangat antusias khususnya dalam ‘mengapresiasi’ rilisan fisik yang hadir menyemarakan momen tersebut.

Di berbagai daerah di Indonesia, banyak grup musik yang memanfaatkan momen RSD dengan merilis karya fisik baik berupa album, single ataupun kompilasi secara eksklusif. Seperti yang dilakukan oleh banyak musisi beken diantaranya The Adams dengan single anyar “Pelantur” yang dirilis dalam format CD oleh Belakang Teras RecordsMocca yang merilis album terbarunya, “Lima” dalam format kaset; serta berbagai grup musik lokal yang berbondong-bondong menyemarakan momen RSD tahun ini lewat karya terbaru mereka.

Berbeda dengan perayaan RSD yang digelar di berbagai kota di Indonesia, Semarang menggelar RSD-nya satu pekan setelah tanggal resmi RSD digelar, tepatnya Minggu (29/4) mendatang di GCafe Resto & Beer House. Berbagai toko rilisan fisik dan kolektif musik lokal turut bergabung menyemarakan momen setahun sekali ini.

Tak cuma band-band luar kota yang punya rilisan fisik untuk dipamerkan dalam perayaan RSD, berbagai grup musik di Semarang juga telah menyiapkan amunisi. Terlepas rilisan tersebut dimaksudkan rilis secara eksklusif pada perayaan RSD atau tidak, berikut adalah rilisan band Semarang yang akan hadir menyemarakan momen RSD Semarang besok:

GERAM – “RIMBA”

Geram – Rimba

Debut album mini grup thrash metal, Geram,yang dirilis oleh label independen Scattered Brains Society Records pada awa April kemarin (1/4). “Rimba” adalah 7 buah komposisi berbalut murka yang menampilkan musik bernuansa thrash 90-an seperti yang dimainkan oleh Pantera, Exodus, Sepultura dsb. serta dikolaborasikan dengan unsur tradisi lokal di beberapa materinya. Geram melibatkan Kholis Ketawang, seorang mahasiswa jurusan Sastra Jawa untuk membacakan Tembang Macapat, “Serat Kalatidha” serta melantunkan tembang, “Dhandanggula” di beberapa nomor dalam album mini tersebut. Tak hanya itu, di album ini Geram turut melibatkan musisi Rudy Murdock (Radical Corps) sebagai vokal tamu di lagu berjudul, “Regulasi Penindas”.

HEARTED – “UNITY”

Hearted – Unity

Adalah karya debut kuartet hardcore muda asal Semarang, Hearted, yang dirilis oleh label milik pentolan grup hardcore kenamaan Straight Answer, Fadhila Jayamahendra, Here To Stay. Album mini yang diberi judul, “Unity” ini dirilis dalam format kaset dan telah beredar sejak awal April kemarin. Selain perilisan album mini perdana, grup musik yang digawangi Denis (Bass/Vokal), Frans (Vokal), Dian (Gitar) dan Tifan pada drum, turut menggelar rangkaian tur dalam rangka promosi album “Unity” ke beberapa daerah di Pulau Jawa dan Bali. Tidak sendiri, Hearted melibatkan grup musik anyar, Tiderays, dalam melakoni turnya yang berlangsung sejak Maret lalu hingga Mei mendatang.

DISTORSI AKUSTIK – “TUHAN BARU BERNAMA GADGET”

Distorsi Akustik maxi-single

Grup musik pop/post-grunge, Distorsi Akustik, baru-baru ini juga merilis single berjudul “Tuhan Baru Bernama Gadget”. Single tersebut sebelumnya diikutsertakan dalam album kompilasi, “Peniti 6” yang dirilis beberapa waktu lalu. “Tuhan Baru Bernama Gadget” menjadi materi pembuka grup musik tersebut dalam menyambut perilisan album terbaru mereka, “Puan” dalam waktu dekat. Single “Tuhan Baru Bernama Gadget” juga dirilis secara eksklusif dalam format CD maxi-single yang telah beredar sejak awal April dan akan hadir menyemarakan perayaan RSD Semarang.

HISTERIA – “ABAD KEGELAPAN”/”DALAM KENANGAN”

Histeria double cassette

Siapa sangka jika kehadiran grup musik Histeria masih dinanti oleh banyak penggemar musik bawah tanah. Terbukti dengan banyaknya permintaan yang masuk kepada label independen, Metal Agent Records, untuk menghidupkan kembali karya emas punggawa black metal tersebut di jagat musik lokal. Tak tanggung-tanggung, Metal Agent Records langsung merilis ulang dua album awal Histeria yakni “Abad Kegelapan” (2003) dan “Dalam Kenangan” (2006) dalam format kaset dobel. Kedua album milik Histeria tersebut resmi meluncur pada tanggal 17 April 2018 kemarin dan siap meramaikan perhelatan RSD Semarang.

PROVOKATA – “HANTU UTOPIA”

Provokata – Hantu Utopia

Sindikat pseudo-grindcore yang ‘berpuasa’ cukup lama sejak “Catatan Dari Sudut Kota” dirilis beberapa tahun silam. “Hantu Utopia” merupakan album mini terbaru Provokata yang dirilis bertepatan pada perayaan 420 kemarin. Terdapat 5 buah track bertempo cepat yang akan mengganggu setiap tidur terlelap. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, dalam album mini terbarunya ini Provokata tak lagi menghadirkan lirik remeh seputar hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar. “Kali ini pola liriknya lebih eksplisit dan masih punya esensi seperti sebelum-sebelumnya,” ujar Galang Aji Putro, vokalis sekaligus yang bertanggung jawab pada departemen lirik. Pada intinya sama, album ini masih tetap ‘mengganggu’ walau hanya dalam hitungan menit.

SANTIKARISMA – “SUGESTIVISI”

Santikarisma – Sugestivisi

Pengusung rock berat, Santikarisma, juga turut andil dalam perayaan RSD tahun ini. Album debut, “Sugestivisi” yang dirilis melalui label Disaster Records akhir tahun kemarin, akan dirilis ulang secara eksklusif dalam format cakram padat. Berisi 9 buah track bernuansa stoner, sebelumnya album “Sugestivisi” diluncurkan dalam format kaset pada perayaan “Cassette Store Day 2017”. Santikarisma secara khusus akan mendistribusikan album dalam bentuk digipak ini pada perayaan RSD Semarang besok. Jangan sampai kehabisan!

SYNDROME – “CLAYMANTE XIII”

Syndrome – Claymante XIII

Usai merilis ulang album perdananya, grup metal veteran asal Semarang, Syndrome, juga unjuk gigi dalam memanfaatkan momen RSD. Album mini berjudul, “Claymante XIII” siap meramaikan helatan RSD Semarang dalam format cakram padat. Album mini tersebut nantinya berisi 4 buah track baru yang tidak perlu lagi kami jelaskan kegaharannya. Di album “Claymante XIII”, Syndrome turut membawakan ulang salah satu nomor milik grup legendaris, Led Zeppelin berjudul “Immigrant Song” versi mereka. Tabik! (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here