"Women's Desires" karya Arief Hadinata alias Hokage.

Sebagai salah satu unsur penting dalam karya seni, garis juga bisa menjadi indentitas sekaligus mewakili jiwa si perupa secara personal. Kurang lebih hal itu yang ingin diutarakan seniman, Arief Hadinata atau yang biasa dikenal dengan Hokage, dalam pameran tunggalnya kali ini bertajuk, “Line Mark”. Pameran tersebut berlangsung sejak tanggal 27 Januari 2018 kemarin, hingga hari Sabtu besok (10/2), di Nima Art Space, Gunungpati, Semarang.

Dikurasi oleh Tommy Ari Wibowo, dalam pameran ini setidaknya terdapat belasan karya berupa kerangka, kertas, bantal, neon box dan partisi. Media yang digunakan pun beragam seperti yellow board, multiplek, kertas hingga kain. Seperti pada salah satu karya berjudul, “Simbiosa” yang diciptakan Hokage sebagai sebagai bentuk keresahan, melihat kondisi aktivitas berkesenian di sekitarnya yang mengalami krisis sumber daya manusia dalam berproses seni secara komunal.

“Simbiosa” karya Arief Hadinata alias Hokage.

Terdapat pula karya yang digarap secara kolaboratif oleh Pemudaserbaguna, Rezto SAMKRU, GMBTZ dan Bramandita yang membentuk figur hewan pada media bantal. Karya tersebut merupakan bagian dari riset dan eksperimen untuk mengetahui sejauh mana keautentikan berupa garis, bisa menjadi identitas karya sekaligus daya tarik tersendiri bagi apresian untuk mengetahui siapa pembuatnya.

Salah satu hasil karya kolaborasi pada medium bantal.

Selain itu, Hokage juga menciptakan karya berupa tagging menggunakan neon box. Tagging atau pembubuhan nama dalam dunia street art, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari karya sekaligus secara tidak langsung, menjadi upaya sang seniman untuk memasarkan karyanya agar mudah dikenali oleh khalayak. Tagging juga digunakan sebagai tanda orisinalitas pada karya sang seniman agar tidak dibajak, ditiru maupun diklaim pihak lain.

“The Tagging” karya Arief Hadinata alias Hokage.

Sementara, beberapa karya lain berjudul  ”Little Bird”, ”The Barista”, ”Smoothy Face”, ”Red Parrots”, ”Hypocritical Phenomenon”, ”Steel Owl” dan ”Fish Thing” merupakan karya visual yang diaplikasikan pada medium kertas menggunakan cat akrilik, connectorpen dsb.

Pameran “Line Mark” sendiri digelar, sekaligus untuk menandai masa pencapaian Hokage selama lebih dari 9 tahun berkecimpung dalam dunia street art. Ini bukan pertama kali Hokage menggelar pameran tunggal. Sebelumnya, Hokage sempat menggelar pameran perdana bertajuk, “Figur Imajinatif Sebagai Inspirasi Karya Seni Mural” di Gedung B5 Universitas Negeri Semarang tahun 2014 silam. Lewat pamerannya kali ini, ia mengajak para seniman lain agar mampu menciptakan karya seni berkarakter, selain untuk mewakili jiwa secara personal namun juga memberi nilai pada karya tersebut. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here