Salah satu karya Briyan Farid, "Diskriminasi Karakter" dalam pameran tunggal Tele(r)vision (7/7).

Jumat (7/7) kemarin, pameran tunggal sekaligus proyek studi salah satu mahasiswa jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES), Briyan Farid dibuka secara resmi. Berlangsung selama tiga hari di Gedung Widya Mitra, pameran seni rupa bertajuk “Tele(r)vision” ini mengusung tema persepsi tentang tayangan televisi. Briyan sebagai perupa ingin mengungkap kegelisahan mengenai pergeseran peran dan tujuan tayangan televisi sebagaimana mestinya. “Teler” yang diartikan sebagai kondisi mabuk atau tidak sadar, dimaksudkan bahwa tayangan televisi, termasuk stasiun televisi nasional saat ini, cenderung dimabukkan oleh rating ketimbang mengejar mutu atau kualitas tayangan, padahal televisi sebagai media informasi adalah media yang paling mudah dan efektif dikonsumsi segala lapisan masyarakat.

Dalam pameran ini, terdapat 8 buah karya lukis bercorak ekspresif dan penuh warna. Kebanyakan dari karya lukis tersebut mengangkat beberapa pokok permasalahan tayangan televisi serta kehidupan bermasyarakat mulai dari agama, psikologis, sosial, pendidikan, budaya, hukum, bidang profesi (passion) dan alam. “Saya melihat bahwa telivisi sendiri sangat berpengaruh dalam membentuk opini masyarakat. Dalam sinetron misal, kita disuguhkan oleh berbagai karakter serta wujud yang divisualkan oleh televisi. Orang baik dengan wajah rupawan dan jelita, orang jahat dengan wajah buruk dan penuh tato, padahal tidak semua yang terjadi dalam lingkungan seperti itu. Masyarakat benar-benar mengikuti apa yang televisi tampilkan,” ujar Briyan. Ia juga menyikapi berbagai perselisihan yang terjadi di masyarakat saat ini yang mana masyarakat sendiri adalah korban dari suatu kepentingan dan keuntungan.

Pengunjung sedang mengapresiasi karya Briyan Farid dalam pembukaan pameran tunggal, “Tele(r)vision” (7/7).

Briyan sendiri mulai menggarap karya-karya dalam pameran tersebut sejak penghunjung tahun 2016 mengggunakan media cat air di atas kanvas berukuran 180x130cm. Ia berharap, melalui pameran tunggalnya ini dapat mengajak audien untuk merasakan dan merenungi kondisi tayangan televisi masa kini. Karya Briyan Farid dalam pameran tunggal, “Tele(r)vision” masih dapat dilihat hingga hari Minggu, 9 Juli 2017. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here