Sebuah kehormatan dan kesempatan yang menarik mengingat beberapa waktu lalu, Kota Semarang kedatangan seorang tamu, guru, sekaligus musisi terbaik yang pernah ada di ranah Experimental, Rully Shabara. Bagi beberapa orang, nama Rully Shabara sendiri sudah tidak asing bagi mereka. Konseptor, founder dari unit Experimental, Zoo dan juga Senyawa. Saat ini Rully berdomisili di Yogyakarta, tujuannya ke Semarang ialah ingin mengadakan sebuah kelas musik Experimentalnya, Raung Jagat.

Raung Jagat meruapakan proyek untuk membentuk paduan suara berbasis eksperimentasl dan improvisasi. Bedanya, para peserta tak perlu pandai menyanyi, mereka hanya perlu “mengeluarkan” suaranya. Para peserta akan mengikuti lokakarya selama beberapa hari untuk mengenal sistem tersebut dan juga melatihnya. Pada saat pementasan, paduan suara ini tetap akan tampil secara improvisasi, artinya tidak ada aransemen lagu yang tertulis. Semuanya akan berlangsung spontan, namun dengan arahan sang kondktor, Rully. Ini adalah bentuk eksperimentasi yang senantiasa dikembangkan dan jika dirasa sudah matang akan dibakukan.

Untuk Semarang sendiri, kelas ini pertama kali diadakan pula masyarakatnya pun masih sangat awan mengenai konsep musik seperti itu. Namun setelah melakukan publikasi ternyata antusias yang didapatkan cukup banyak. Terbukti dengan adanya sekitar 15 orang partisipan yang bergabung dalam sesi workshop selama dua hari. Para partisipan ini pun berasal dari berbagai latar belakang, ada yang Mahasiswa, Pekerja, dan beberapa orang Musisi. Corak yang sangat menarik mengingat konsep raung jagat sendiri adalah untuk “mereka yang tak bisa bernyanyi” maka kelimabelas orang partisipan ini memberikan warna tersendiri dalam pementasannya.

IMG-20160119-WA0001

Workshop sendiri dilalkukan pada Senin (18/1) dan Selasa (19/1) di area Gedung Kesenian Jawa Tengah. Dalam latihan ini, partisipan dituntut untuk menghapal kode-kode yang diberikan oleh sang konduktor yakni Mas Rully, tentang bagaimana cara mereka “mengeluarkan” suara. Dalam Raung Jagat, digunakan beberapa metode untuk mengeluarkan bebunyian yang berasal dari tubuh milik kita. Bunyi dan suara-suara ini banyak dihasilkan dari mulut seperti mendesis, bergumam, menyanyi, menyairkan, mengucapkan sepenggal kata atau kalimat, meracau, dan berteriak se-ekspresif mungkin demi menghasilkan sebuah simponi alam raya. Untuk mengaturnya, digunakan simbol-simbol untuk kemudian dihafalkan bersama-sama. Sangat menyenangkan !

IMG-20160118-WA0005Sesi workshop Raung Jagat yang dimentori oleh Rully Shabara

Pementasan Raung Jagat sendiri diadakan di tempat yang sama pada Rabu (20/1) dalam sebuah agenda musik improvisasi bertajuk Agenda Mendadak 5, yang mana juga diinisiasi oleh musisi Fredian Bintar (HMMM). Dalam agendanya, turut pula dimeriahkan oleh sejumlah nama seperti Andi Meinl, Setyo Budi Utomo, Satya Prapanca, serta penampilan solo Rully Shabara yang memamerkan kekayaan suara dari organ tubuh. “Tubuh kita ini bisa menghasilkan bunyi yang tidak kalah seperti aat musik profesional. Kita tidak perlu alat musik untuk memainkan musik.” ujar Rully setelah melakukan penampilan solonya.

DSC_2140-99Penampilan solo Rully Shabara dalam Agenda Mendadak 5, Rabu (20/1)

Agenda Mendadak 5 ditutup dengan penampilan kelimabelas orang yang tergabung dalam kelas Raung Jagat. Sekitar 15 menit penampilan berbasis improvisasi ini cukup membuat tegang beberapa partisipannya, terlihat beberapa gugup karena sebelumnya belum pernah melakukan pementasan musik apalagi dengan konsep yang “tidak wajar”. Namun wajah-wajah gugup itu seketika berubah seusai penampilan, decak kagum dan tepuk tangan penonton yang hadir pada malam itu membayar keringat dan jerih payah para partisipan. (Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here